Free Blog Content

Minggu, 11 September 2011

Buah Bintaro Ampuh Kendalikan Hama Tikus

Buah bintaro dikabarkan mampu mengendalikan hama tikus secara alami. Hasilnya sangat ampuh.



A Lung penggiat budidaya organik asal Cirebon Jawa Barat didampingi Ir Benpa Hisar Nababan Wakil Ketua DPRD Dairi saat bertemu dengan petani padi sawah asal Dusun Amborgang Desa Sosor Lontung dan Berampu Kecamatan Berampu di Sidikalang belum lama ini mengatakan, model tersebut sudah diuji coba. Ternyata, buah itu mengeluarkan bau racun yang tidak mengenakkan bagi organisme pengerat itu. Pertemuan itu merupakan rangkaian reses Benpa guna merespons aspirasi warga.





Tata cara pemakaian, ujar A Lung, buah itu diletakkan di hamparan, baik di sudut maupun di tengah. Per hektar cukup sepuluh kilogram. Namun demikian, petani mengaku belum mengenal buah itu. Pasalnya di Dairi hampir belum ada ditanam. A Lung mengutarakan, dapat diperoleh melalui pemesanan kepada sanak famili di Jakarta. Di sana, buah itu jamak ditanam dimamfaatkan sebagai penghijau perumahan. Tak perlu dibeli. Pada intinya, buah itu memang bukan untuk dikonsumsi.





A Lung mengatakan, aplikasi EM4 (effective micro organism) memang jitu. Hanya saja, keampuhan tergantung cuaca. Bila hujan turun maka daya racun akan hilang lalu tanaman segera diserbu tikus.



Ia menerangkan bagaimana cara pemakaian EM4 dimaksud. Dua ekor tikus terlebih dahulu dicincang sampai halus. Kemudian potongan itu dimasukkan ke dalam botol cairan murni EM4. Diaduk/diguncang setiap hari. Dalam tempo seminggu, cincangan itu lenyap lantaran dimakan hewan mikro. Laruran tersebut seterusnya disaring agar bulu tidak terbawa. Cairan itu dikocok ke dalam air dengan dosis 5 milli liter per liter lalu disemprot ke permukaan tanah/tanaman.



Ia menyebut, kawasan tikus tidak akan membabat padi lantaran bau menyengat tajam. Tetapi begitu hujan tiba, batang itu digasak. Ini bahayanya.



Petani menyebut, model pengendalian selama ini hanya memakai umpan racun. Mereka heran, populasi justru membengkak hingga menurunkan produktivitas. Serangan terjadi setiap menjelang musim panen. (ssr)

sumber:

Tidak ada komentar: