Free Blog Content

Senin, 17 Oktober 2011

Kisah Nyata : tentang Kasih Sayang Seorang Ibu


Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya. Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.

“Bu, kita! sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.

Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.


Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja. Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.


sumber:http://jalanhidup.com/motivasi/kisah-nyata-tentang-kasih-sayang-seorang-ibu.html

Kamis, 13 Oktober 2011

Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW




Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua.


Gambar barang - barang peninggalan beliau :



Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek. Yaa Allah … betapa sederhananya baju sang pemimpin dunia yang suci nan agung ..!!




Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek




Cap surat Nabi SAW



Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW



Kunci Ka’bah Masa Nabi Muhammad SAW



Jejak Kaki Rasulullah SAW



Beberapa helai rambut Rasulullah SAW



Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW









Berbagai pedang yang pernah dimiliki Nabi dengan nama-namanya yang digunakan untuk menegakkan ajaran tauhid, ketika orang-orang kafir memerangi Nabi dan dakwahnya sehingga harus mengangkat pedang.



Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelas



Busur Panah Nabi SAW


Bendera Nabi muhammad ketika perang


Salah satu sorban/tutup kepala Rasulullah SAW

Topi Besi Rasulullah SAW

Baju dan barang-barang Rasulullah SAW



Sandal-sandal peninggalan Rasulullah SAW tercinta


Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah


Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan




Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke- 7




Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius



Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir



Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.



Pintu emas makam Nabi Muhammad SAW

sumber (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7341229)

Selasa, 11 Oktober 2011

Tahu nggak Istimewanya Wanita?

Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja
aturan-aturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi
tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan
nifas.
9. dan lain-lain.

Tetapi. PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata
bandingannya dengan seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat
kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi
tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu
diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia
wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ?
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan
seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal
karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Diakherat kelak,
seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita, yaitu :
Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya,
bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang
lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja
yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu,
Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga
Kehormatannya.
6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita
jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH
SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang
pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita...

Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.




sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7078623

Rabu, 05 Oktober 2011

Pejuang Cantik dari SURGA



Tangannya menengadah. Tremor kuat sehingga orang-orang menyangkanya ia menderita ayan. Dalam terik dan hujan, ia tetap menengadah. Menanti orang lain yang berbelas kasih untuk memberinya uang, walaupun hanya seratus rupiah saja.
Ia sering diusir satpam. Menganggu pemandangan para nasabah, katanya. Ah.. apa hubungannya para nasabah dengan perempuan itu? Toh perempuan itu tidak masuk ke dalam bank! Kadang ia didorong, kadang ia ditendang. Enak rasanya bagi orang yang digaji satu juta setiap bulan untuk tidak memikirkan apakah hari ini ia akan makan atau tidak.
Langit mulai gelap disertai rintik-rintik air yang diturunkan dari langit. Aku datangi perempuan itu kemudian mengangkatnya dan membantunya berjalan menuju tempat yang aman dari hujan.

"Berapa penghasilan hari ini, Nak?"
"Sedikit, Bu."
"Ibu juga hanya sedikit. Malam ini kita tidak bisa makan nasi. Maafin ibu ya?" Dengan tangannya yang bergetar, Ibu membelai lembut pipiku.
"Jangan meminta maaf, Bu.." Aku tersenyum.
"Aku punya sesuatu buat ibu dari hasil tabunganku selama satu tahun." Aku membuka kantung plastikku. Ku ambil sehelai kain putih bersih tanpa noda yang ku beli dari obralan murah di pasar baru.
"Kerudung ibu sudah rusak. Aku belikan yang baru.."
Ibu tertegun melihat kain ditanganku, seolah-olah ia melihat benda yang paling mewah seumur hidupnya.
"Alhamdulillah..." Bisiknya sambil meneteskan air mata.



Aku tidak takut miskin, aku tidak takut diusir, aku tidak takut tidak makan, aku tidak takut dibunuh oleh preman pasar, aku tidak takut dirazia oleh polisi, aku tidak takut apapun. Satu-satunya yang paling aku takutkan adalah melihat ibu menangis.
Kucium tangannya. "Selamat hari ibu.."
Pejuang cantik dari surga itu memelukku erat dalam dinginnya hujan yang pekat.







Iwan Fals - Ibu

***
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....








"betapa bangganya saya karena TUHAN udah ngirim PEJUANG SURGA-NYA buat saya, yaitu Ibu saya.. termasuk kita semua yg punya ibu ataupun se'enggaknya pernah punya IBU"


Originally Posted by fitrio.minda View Post
Ibu emang segala2nya bagi ane gan....

ibu...
mengayuh kapal dihampar gemuruh
gemuruh terhampar tak kan rapuh
bersingkuh peluh dengan acuh
tersepuh peluh ditangan yang kumuh
hilang angkuh ditempat bersimpuh
sujud bersimpuh tak pernah mengeluh

ayah..
lelah terbujur tertampar marah
mendesah angan hilanglah lengah
lemah berdiri tak kan patah
ku anak ku pulangkan sembah

ku mengalah meminta berkah
salah kaprah tunjukkan arah
susah ku gapai kaffah hingga di tengah
secercah harapan kumohon do'amu ayah...

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7671048

Orang tua yang di telantarkan anaknya di jalanan..!!



Ingatkah kita pada saat kita masih kecil tak berdaya dan selalu dimanjakan oleh kasih sayang orang tua kita,, bahkan saat mereka sedang lelahpun karena bekerja tetapi tetap memperhatikan diri kita,,,



apakah sepantasnya saat orang tua kita sudah tidak mempunyai tenaga apakah sepantasnya kita sebagai anak menelantarkan mereka seperti sampah,, ingatlah saat mereka dulu memanjakan dan menyayangi kita yang masih kecil dan tidak berdaya.



apakah sepantasnya kita mengeluarkan kata" kasar serta berprilaku buruk terhadap ibu kita,,,bayangkan lah kita menjadi seorang ibu,, bayangkan saat kita melahirkan seorang anak yang diharapan kita akan membahagiakan kita sebagai ibu, menjaga kita, melindungi kita,, tapi bagaimana harapan yg kita buat menjadi terbalik,, pasti sakit rasanya...
sebelum marah, lihat lah wajah ibu" kalian,.

Siapapun Kita dan Seberapa hebat diri Kita, yakinlah bahwa kita tidak bisa memungkiri bahwa orang tua kita (ayah dan Ibu) juga sangat menentukan bagaimana hidup kita saat ini. Jika kita ingin melihat bagaimana kepribadian kita, kita bisa melihat bagaimana diri kita bersikap pada ke dua orang tua kita. sebelum mereka meninggalkan dunia ini,, bahagiakan lah diri orang tua kita dgn menghormati dan merespek mereka ,,agar tidak ada penyesalan kelak.

Semoga kata" sy menjadi inspirasi untuk kita agar menjadi anak yg lebih baik lagi dan termotivasi untuk membahagiakan orang tua kita

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10819086

Senin, 03 Oktober 2011

Golongan Orang Yang Dibangkitkan di Padang Masyar

Diposkan oleh Admin blog akbar di 12:33 on Minggu, Oktober 03, 2010
Pada masa ini umat Islam datang secara berkelompok, berdasarkan surah An-Naba' [78]:18 dan hadits shahih [5]. Muhammad bersabda, "Wahai Muadz, sesungguhnya engkau bertanyakan sesuatu yang sangat besar. Ada 12 kelompok umatku akan dihalau ke Padang Mahsyar. Mereka semuanya itu Allah Maha Kuasa tukarkan, tidak seperti mereka hidup ketika didunia." Golongan itu adalah seperti berikut:

* Kelompok Pertama
Dibangkitkan dari kubur dengan
keadaan tanpa tangan dan berkaki. Mereka adalah orang yang ketika di dunia dulu suka mengganggu tetangganya.

* Kelompok Kedua
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berupa babi hutan. Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam shalat.

* Kelompok Ketiga
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan keledai, mereka Sedangkan perut membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking. Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat.

* Kelompok Keempat
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan darah memancut keluar dari mulut mereka. Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli.

* Kelompok Kelima
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berbau busuk lebih daripada bangkai. Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada Allah.

* Kelompok Keenam
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan leher mereka terputus. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.

* Kelompok Ketujuh
Dibangkitkan dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah serta darah. Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.

* Kelompok Kedelapan
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan terbalik yaitu kepala kebawah dan kaki keatas, serta farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zina dan mati tanpa sempat bertaubat.

* Kelompok Kesembilan
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah hitam gelap dan bermata biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim.

* Kelompok Kesepuluh
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.

* Kelompok Kesebelas
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut. Perutnya pula menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang minum arak.

* Kelompok Kedua belas
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah yang bersinar-sinar bercahaya laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirath seperti kilat yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat dan mendapat ampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah.

Pada hari kebangkitan ini manusia akan dibangkitkan dalam 3 kelompok, yaitu:

* Kelompok yang berkendaraan,
* Kelompok yang berjalan kaki,
* Kelompok yang berjalan dengan wajahnya.

Ada salah seorang sahabat yang menanyakan, bagaimana bisa sekelompok tersebut berjalan dengan wajahnya, kemudian Muhammad menjawab "Allah yg menjadikan mereka berjalan dengan kaki, pasti mampu membuat mereka berjalan dengan wajah."


Sumber:http://akbardpk.blogspot.com/2010/10/golongan-orang-yang-dibangkitkan-di.html

Minggu, 11 September 2011

Buah Bintaro Ampuh Kendalikan Hama Tikus

Buah bintaro dikabarkan mampu mengendalikan hama tikus secara alami. Hasilnya sangat ampuh.



A Lung penggiat budidaya organik asal Cirebon Jawa Barat didampingi Ir Benpa Hisar Nababan Wakil Ketua DPRD Dairi saat bertemu dengan petani padi sawah asal Dusun Amborgang Desa Sosor Lontung dan Berampu Kecamatan Berampu di Sidikalang belum lama ini mengatakan, model tersebut sudah diuji coba. Ternyata, buah itu mengeluarkan bau racun yang tidak mengenakkan bagi organisme pengerat itu. Pertemuan itu merupakan rangkaian reses Benpa guna merespons aspirasi warga.





Tata cara pemakaian, ujar A Lung, buah itu diletakkan di hamparan, baik di sudut maupun di tengah. Per hektar cukup sepuluh kilogram. Namun demikian, petani mengaku belum mengenal buah itu. Pasalnya di Dairi hampir belum ada ditanam. A Lung mengutarakan, dapat diperoleh melalui pemesanan kepada sanak famili di Jakarta. Di sana, buah itu jamak ditanam dimamfaatkan sebagai penghijau perumahan. Tak perlu dibeli. Pada intinya, buah itu memang bukan untuk dikonsumsi.





A Lung mengatakan, aplikasi EM4 (effective micro organism) memang jitu. Hanya saja, keampuhan tergantung cuaca. Bila hujan turun maka daya racun akan hilang lalu tanaman segera diserbu tikus.



Ia menerangkan bagaimana cara pemakaian EM4 dimaksud. Dua ekor tikus terlebih dahulu dicincang sampai halus. Kemudian potongan itu dimasukkan ke dalam botol cairan murni EM4. Diaduk/diguncang setiap hari. Dalam tempo seminggu, cincangan itu lenyap lantaran dimakan hewan mikro. Laruran tersebut seterusnya disaring agar bulu tidak terbawa. Cairan itu dikocok ke dalam air dengan dosis 5 milli liter per liter lalu disemprot ke permukaan tanah/tanaman.



Ia menyebut, kawasan tikus tidak akan membabat padi lantaran bau menyengat tajam. Tetapi begitu hujan tiba, batang itu digasak. Ini bahayanya.



Petani menyebut, model pengendalian selama ini hanya memakai umpan racun. Mereka heran, populasi justru membengkak hingga menurunkan produktivitas. Serangan terjadi setiap menjelang musim panen. (ssr)

sumber: